Arsenal kalah dalam lawatan mereka ke markas BATE Borisov. Bermain di Borisov Arena, Jumat (15/2), raksasa dari London itu menerima kekalahan dengan kedudukan tipis 0-1.

Untuk penjaga gawang Arsenal, Petr Cech, ia terancam gagal mewujudkan jawara Liga Europa pada akhir karier. Penjaga gawang dari Ceko itu telah mengkonfirmasikan gantung sepatu begitu kampanye musim ini usai.

The Gunners mengawali laga dengan cepat via performa kerja sama Matteo Guendouzi serta Henrikh Mkhitaryan. Nama terakhir menembak dari jarak dekat yang masih dapat diamankan penjaga gawang BATE, Deni Scherbitki.

Tapi, malah BATE yang lebih dulu membuka keunggulan via Stanislaw Drahun. Bintang dari Belarusia itu berhasil menjaringkan bola melalui free kick di akhir babak pertama.

Terpaut 1 goal, Petr Cech dkk tidak mengendurkan serangan kala laga masuk ke paruh ke 2. Alexandre Lacazette segera kembali membikin Scherbitski sibuk. 5 menit paruh ke 2 berlangsung, dia melakukan shoting keras yang tidak menemui target.

Petaka hadir buat kesebelasan tamu saat laga sudah berjalan hingga menit ke-85 kala Lacazette harus diusir keluar sebab menyikut Aleksandar Filipovic. Itu adalah pertama kalinya bintang The Gunners dikartu merah usai Laurent Koscielny pada Maret 2017.

Sampai laga berakhir, raksasa dari London itu masih tidak berhasil memburu ketertinggalan. Berkurangnya 1 pemain juga memiliki imbas pada kegarangan sektor serang anak didik Unay Emery.

Sekarang, The Gunners terancam tidak berhasil melaju ke fase berikutnya. Statistik mencatatkan, mereka tak pernah unggul dalam 6 laga paruh gugur terbaru usai menerima kekalahan pada leg perdana.

Italia sejauh ini tersohor sebagai satu dari sekian banyak penghasil striker-stiker handal dunia. Tapi, apa yang berlangsung di team nasionalnya kini malah berbanding terbalik. Itu dapat dilihat melalui rekor negatif yang menyertai pencapaian seri 0-0 anak didik Roberto Mancini kala melawan Portugal pagi tadi.

Buat pertama kali selama sejarah, Gli Azzurri tidak berhasil mendapat kemenangan di dalam 6 pertandingan kandang berturut-turut. Padahal apabila dilihat melalui para musuh yang dihadapi, kesempatan mereka buat mendapat 3 angka amat terbuka.

Sebagaimana yang diberitakan melalui Football Italia, sebelum melawan Portugal, Italia cuma menghadapi klub-klub yang di atas kertas dapat ditaklukkan sebagaimana Ukraina (1-1), Polandia (1-1), Belanda (1-1), Makedonia, dan Swedia yang berakhir seri 0-0.

Praktis hasil positif terakhir yang mereka peroleh terjadi di 2017 silam kala menjalani kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Israel. Kesebelasan yang saat itu tengah dilatih Giampiero Ventura itu unggul 1-0 lewat goal semata wayang Ciro Immobile.

Tak cuma miskin kemenangan, daya gedor tim asuhan Mancini pun lumayan mengenaskan. Bagaimana tidak, melalui enam belas pertandingan terbaru mereka cuma bisa menyarangkan sebelas goal saja.

Sementara itu, catatan goal para juru gedor yang di miliki Mancini sekarang pun bisa dikatakan jelek. Ciro Immobile yang di dalam 2 kampanye musim terbaru jadi top skorer Liga Italia Serie A baru menyarangkan 7 goal pada 34 pertandingan bareng timnas.

Melalui 23 penggawa yang dipanggil Mancini sekarang, malah pemain bertahan gaek, Giorgio Chiellini, yang menyandang status menjadi pencipta goal paling banyak Italia bersama raihan 8 goal.