Italia sejauh ini tersohor sebagai satu dari sekian banyak penghasil striker-stiker handal dunia. Tapi, apa yang berlangsung di team nasionalnya kini malah berbanding terbalik. Itu dapat dilihat melalui rekor negatif yang menyertai pencapaian seri 0-0 anak didik Roberto Mancini kala melawan Portugal pagi tadi.

Buat pertama kali selama sejarah, Gli Azzurri tidak berhasil mendapat kemenangan di dalam 6 pertandingan kandang berturut-turut. Padahal apabila dilihat melalui para musuh yang dihadapi, kesempatan mereka buat mendapat 3 angka amat terbuka.

Sebagaimana yang diberitakan melalui Football Italia, sebelum melawan Portugal, Italia cuma menghadapi klub-klub yang di atas kertas dapat ditaklukkan sebagaimana Ukraina (1-1), Polandia (1-1), Belanda (1-1), Makedonia, dan Swedia yang berakhir seri 0-0.

Praktis hasil positif terakhir yang mereka peroleh terjadi di 2017 silam kala menjalani kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Israel. Kesebelasan yang saat itu tengah dilatih Giampiero Ventura itu unggul 1-0 lewat goal semata wayang Ciro Immobile.

Tak cuma miskin kemenangan, daya gedor tim asuhan Mancini pun lumayan mengenaskan. Bagaimana tidak, melalui enam belas pertandingan terbaru mereka cuma bisa menyarangkan sebelas goal saja.

Sementara itu, catatan goal para juru gedor yang di miliki Mancini sekarang pun bisa dikatakan jelek. Ciro Immobile yang di dalam 2 kampanye musim terbaru jadi top skorer Liga Italia Serie A baru menyarangkan 7 goal pada 34 pertandingan bareng timnas.

Melalui 23 penggawa yang dipanggil Mancini sekarang, malah pemain bertahan gaek, Giorgio Chiellini, yang menyandang status menjadi pencipta goal paling banyak Italia bersama raihan 8 goal.

Tim nasional U-19 Indonesia tetap dapat melaju menuju perempat-final Piala Asia U-19 2018 meski menerima kekalahan dari tim nasional U-19 Uni Emirat Arab.

Sekarang tim nasional U-19 Indonesia bertengger di tempat ke 3 klasemen bersama raihan tiga angka.

Tim Garuda Nusantara menerima kekalahan head to head dari Qatar pada tempat ke 2 bersama total angka yang serupa.

Di pertandingan terbaru paruh grup, Indonesia akan melawan Uni Emirat Arab (UEA), tengah Qatar melawan Taiwan.

Hasil positif melawan UEA bakal meloloskan Indonesia, berapapun skornya.

Tapi bagaimana apabila Indonesia menerima kekalahan? Akankah Egy Maulana Vikri dkk akan otomatis tereliminasi? Jawabannya tak.

Jika menerima kekalahan berapapun skornya, Indonesia tetap dapat melaju bersama syarat Taiwan unggul melawan Qatar.

Apabila 2 syarat itu terpenuhi, UEA tentu saja mengangkat trofi grup bersama sembilan angka.

Lantas Taiwan, Qatar, serta Indonesia sama-sama mengoleksi tiga angka serta berebut tempat kedua.

Seperti dilansir regulasi, kesebelasan dengan angka yang serupa bakal dipandang melalui head to head.

Tapi sebab ke 3 kesebelasan saling menghajar, maka yang dihitung untuk menentukan kedua grup A merupakan tertinggal goal yang dihasilkan pertandingan antar ke 3 kesebelasan, anyar total goal yang dibuat.

Berarti, pencapaian pertandingan ke 3 kesebelasan kontra UEA tak dihitung.

Sekarang selisih goal Indonesia (8-7= +1 gol) pencapaian melalui unggul 3-1 vs Taiwan serta menerima kekalahan 5-6 melalui Qatar.

Selisih goal Indonesia tidak bakal bertransformasi sebab akan melawan UEA.

Sedangkan agregat goal Qatar (6-5= +1 gol) serta Taiwan (1-3= -2 gol), ke 2 tetap dapat bertransformasi tergantung pencapaian pertandingan ke 2 kesebelasan.

indonesia dapat melaju apabila, Taiwan unggul tak setingkat lebih melalui 3-0. Bersama hasil positif Taiwan 3-0 vs Qatar maka tertinggal goal jadi: Indonesia (8-7= +1 gol), Taiwan (4-3= +1 gol), Qatar (6-8= -2 gol).

Walau sama-sama surplus satu goal, Indonesia (8 gol) menang total goal yang dibuat vs Taiwan (4 gol).

Oleh sebab itu, Taiwan dapat melaju apabila unggul 8-5, sebab keduanya (9-8= +1 gol) akan menang total goal yang dibuat vs Indonesia (8-7= +1 gol).