Mungkin Kalian semua sudah sering melihat keindahan dari wisata rekreasi seperti di pantai, pegunungan atau kebun binatang yang ada di Indonesia terutama di Jakarta dan sekitarnya yang sangat banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri ataupun dari luar negeri. Tapi apakah Kalian tahu seperti apa Kota Batavia (Jakarta) menjadi metropolitan seperti saat ini? Pasti sudah tahu kan, ada didalam cerita proklamasi 1945 Indonesa yang telah dibacakan oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno bersama sahabat-sahabatnya yang selalu membantu.

Tapi sekarang di dalam sektor pariwisata, ada banyak orang yang tidak tahu sejarah terbentuknya wisata tersebut. Mereka hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan uang tanpa menyisakan untuk keperluan di masa yang akan datang. Seperti sektor pariwisata di Kepulauan Seribu, sudah banyak sekali wisatawan yang berkunjung dan mendapatkan pengalaman berbeda dari sektor pariwisata lain, tapi belum tahu seluk beluk mengenai Kepulauan Seribu.

Terdapat sejarah singkat yang sudah admin baca dari berbagai sumber, mengenai wisata non-resort dari Kepulauan Seribu yaitu Pulau Tidung, Pari, Pramuka, dan juga Harapan. Keempatnya memiliki pesona kuat dalam menarik atensi wisatawan dan menyedot banyak sekali peminat.

Pulau Tidung

Photo di Pulau TidungAwal cerita dimulai dari suatu koloni bangsa Belanda yang membuat lokasi pengasingan dari para warga Nusantara di sekitar Kepulauan Seribu. Tapi ada gerakan pemberontakan dari Kepala Suku Tidung dari Kalimantan Timur, Raja Pandita. Raja Pandita yang menjadi kepala suku tidung ini mmebuat gerakan pemberontakan yang sempat di satu waktu menggegerkan strategi dari koloni bangsa Belanda.

Saat mulai ada pemberontakan seperti itu, koloni bangsa Belanda mmbuat strategi baru yaitu menculik Raja Pandita ke satu pulau di Kepulauan Seribu. Mereka menculik sang raja dan diasingkan lalu dibunuh secara perlahan dengan alasan tidak mengharga kehadiran dari Belanda ke Nunsatara.

Saat setelah kejadian seperti itu, sekarang ini suku tidung memiliki dua tempat kediaman, di Kalimantan dan juga di Kepulauan Seribu yang http://munawarpulautidung.com/harga-paket-wisata-pulau-tidung/sekarang dikenal dengan Pulau Tidung. Lantaran cerita menarik ini yang berdasarkan kisah nyata, Pulau Tidung sangat diminati oleh banyak sekali wisatawan. Dari dalam negeri ataupun luar negeri.

Khusus untuk anda semuanya yang ingin berwisata ke Pulau Tidung sebaiknya menggunakan paket wisata ke Pulau Tidung yang bisa anda lihat disiniĀ  sebab kalau berwisata ke Pulau Tidung tanpa travel akan mempersulit anda di perjalanan.

Pulau Pari

Pulau Pari

Masih mengenai bangsa Belanda saat mengambil alih kekeuasaan di beberapa sektor wilayah Nusantara. Awalnya Pulau Pari ini sepi dan tidak ada penghuni satupun, hanya ada biota laut seperti ikan pari, dan macam-macam terumbu karang. Saat Belanda datang ke Nusantara, terutama ke wilayah Kulon atau Banten untuk menjalankan misi yang membuat proyek jalanan pos yang sekarang disebut sebagai Jalan Daan Mogot.

Tapi orang-orang disana tidak kuat dengan kerja paksa seperti, jadilah mereka semua orang banten lari menyeberangi lautan dan menetap ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang dikelilingi oleh ikan pari yang cukup banyak. Mereka semua menetap di sana dan mulai berprofesi sebagai nelayan serta mengambil rumput laut juga sebagai pasokan makanan setiap harinya. Sejak saat warga Banten ke daerah Kepulauan Seribu yang dihuni oleh banyak ikan pari, mereka menamakan pulau itu sebagai Pulau Pari.

Pulau Pramuka

Pulau Pramuka

Sejarah tentang Pulau Pramuka agak sedikit berbeda dari Tidung dan Pari, Sektor ini lebih didominasi oleh orang pramuka yang pernah singgah sementara disini. Mulanya bernama Pulau Elang, sebab banyak sekali elang hidup disana dengan sangat harmonis dengan beberapa binatang lainnya seperti burung pelikan, burung camar, dan masih banyak lagi.

Pada suatu waktu Bapak Pramuka Indonesia, KH. Agus Salim atau mempunyai gelar sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono IX, pada tahun 1950-an datang ke Pulau Elang karena ingin tahu seberapa bagusnya sektor pariwisata tersebut. Setelh melihat sangat cocok dan begitu sepi dari hiruk pikuk manusia, Bapak Agus menyatakan Pulau Elang sebagai Pulau Pramuka dan diproyeksikan sebagai tempat kemah paling ideal bila menyeberangi lautan dan acara membelah tunas kelapa sebagai lambang dari Pramuka Indonesia.

Pulau Harapan

Pulau Harapan

Dan yang terakhir adalah tentang Pulau Harapan, ya Pulau Harapan ini merupakan pulau yang cukup kecil dan terasa kurang puas bila anda berkunjung ke Pulau Harapan. Tapi di balik itu semua mengatakan bahwa Pulau Harapan termasuk salah satu destinasi pilihan para wisatawan yang lebih menyukai tempat yang tidak terlalu besar.

Untuk berwisata ke Pulau Harapan jelas sama dengan pulau lainnya yakni anda harus membeli paket travel ke Pulau Harapan yang banyak di jual di internet. Harga paket wisata ke Pulau Harapan memang sangat beragam tergantung dari biro travel yang menjualnya serta jumlah wisatawan yang ikut berwisata.

Saya tidak bisa memberikan rekomendasi yang mana biro wisata ke Pulau Harapan yang harus anda beli tapi menurut kabar informasi yang saya terima anda bisa membeli paket wisata ke Pulau Harapan melalui situs resmi travel ke Pulau Harapan seperti di travelpulauseribu.co.id