Sosial media Facebook sekarang ini tak hanya dipergunakan tuk sarana curhat ataupun ajang pamer dan ajang eksistensi. Sosial media kreasi dari Mark Zuckerberg itu sekarang sudah banyak dipergunakan oleh para pebisnis tuk kegiatan promosi sampai menciptakan peningkatan penjualan maupun usaha branding.

Didalam dunia bisnis, acuan atau bentuk yang membawa kegiatan promosi dan meningkatnya penjualan atau branding tersebut pasti ialah total pelanggan yang datang. Pelanggan yang akan beli produk anda akan jadi bukti jika kegiatan promosi Anda sukses. Tetapi sayangnya masih tidak sedikit pengusaha yang tidak mengetahui hal-hal yang dapat dilakukan tuk bisa memperoleh lebih banyak customer bisnis dari Facebook.

Padahal penguasaan tuk mendapat pelanggan merupakan hal yang mutlak Anda ketahui dan dimiliki oleh pebisnis tuk mecetak strategi marketingnya berjalan hingga sukses. Bagi Anda yang belum memperoleh informasi tentang cara meraih pelanggan melalui promosi Facebok, berikut akan disampaikan hal-hal yang dapat Anda lakukan tuk mencapai tujuan tadi.

Optimalkan Halaman Facebook

Tips pertama yang dapat Anda lakukan tuk meraih customer di Facebook dengan mengoptimasi halaman Facebook. Tuk mengoptimasi halaman Facebook tersebut Anda dapat memulai dari foto cover. Foto cover yang mempunyai desain gambar yang lebih besar tentu akan memperoleh atensi yang lebih dari komponen halaman Facebook yang lain.

Foto cover yang juga jadi poin pertama dari visitor itu wajib dijadikan menarik tuk dapat memperoleh pelanggan. Cara tuk membuat foto cover yang unik ialah dengan memasukkan tag line kepada foto yang menunjukan keuntungan utama untuk para visitor yang mau untuk klik like atau senang kepada halaman Facebook anda.

Disamping foto cover, hal selanjutnya yang musti dioptimalkan dari halaman Facebook ialah menu “About”. Di menu tersebut, Anda musti memasukkan profil perusahaan atau bisnis anda dengan unik. Jangan lupa tuk menambah keywords didalam menu itu yang bertujuan agar bisa di indeks oleh Google. Tuk menguatkan tampilan menu about tersebut Anda dapat menambahkan link ke halaman website tertentu yang mau ditampilkan ataupun juga menambah sejumlah testimonial dari customer.

Miliki Strategi Konten

Usai selesai dengan halaman Facebook, langkah berikutnya tuk meraih pelanggan merupakan dengan mempunyai strategi konten. Namun tuk seorang pebisnis, Anda tidak bisa secara sembarang dalam mengerjakan postingan. Konten yang bakal Anda share pula wajib unik dan serasi dengan tujuan anda dalam menarik perhatian pelanggan.

Untuk itu cobalah tuk membangun sejumlah variasi post, semacam seputar berita bisnis, referensi, foto, links, dan juga joke. Hampir seluruhnya orang menggunakan Facebook bagi bersosialisasi dan bersenda gurau.Jadi perlu ada sedikit postingan yang agak bercanda untuk mencairkan suasana.

Dengan adanya konten yang bervariasi Anda dapat memperoleh lebih banyak komentar, like, dan share sehinga kemudian mendatangkan customer. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan konten ialah dengan membuat strategi seringnya waktu posting. Jangan sampai Anda terlampau lama tak melakukan postingan, usahakan dalam jangka waktu satu hari paling sedikit ada 2 post yang terlihat tuk meningkatkan pengunjung.

Berinteraksi dengan Halaman Lain

Walaupun Anda mempunyai fokus menaikan pelanggan melalui akun Facebook Anda, tetapi mencapainya Anda tak dapat acuh tak acuh terhadap akun lainnya. Kadang tuk bisa mencapai target Anda dapat meraih simpati dari customer, Anda diharuskan selalu terhubung dan berkomunikasi dengan halaman Facebook orang lain.

Hindari ragu untuk memberi like ataupun suka dan komentar yang positif terhadap  halaman Facebook lain mempergunakan akun halaman Facebook anda. Dengan berinteraksi bersama mereka, anda akan memperbesar visibiltas dan berkesempatan tuk memperoleh feedback yang sama dan mungkin lebih besar.

Gunakan Profil Pribadi Jika Memungkinkan

Last, teknik tuk dapat meraih customer di Facebook ialah dengan memakai profil pribadi Anda bila memang mendukung. Perusahaan maupun bisnis akan mencerminkan pemiliknya dalam hal itu yakni anda sendiri. Jadi jangan ragu tuk memakai profil pribadi tuk kepentingan marketing di Facebook.

Dengan memakai identitas dan upaya berkomunikasi dari diri anda sendiri kemudian orang bisa saja akan terhubung dengan anda secara pribadi. Anda dapat memanfaatkan cara tadi dengan membuat tombol follow dan membangun Facebook list tuk membantu mengatur privasi dengan profil pribadi. Dengan hal tersebut profil pribadi Anda bakal terlihat lebih bagus di timeline orang dibanding halaman bisnis anda dan customer pun akan lekas Anda dapatkan.

Tak pernah ada kata buntung tuk membangun komunitas bisnis yang kompak. Dengan membangun komunitas yang pantas dengan profesi, minat ataupun hobi, kemudian anda mempunyai kesempatan untuk menjalankan eksplorasi kepada hal-hal baru yang belum diketahui.

Kini membangun komunitas tak hanya dapat dilakukan dengan berkumpul bersama-sama anggota komunitas. Sebab anda dapat memanfaatkan sosial media menjadi sarana komunitas yang efektif. Salah satu sosial media yang cukup tepat tuk membuat interaksi bersama dengan anggota komunitas ialah software Google+.

Lalu apa saja yang dapat anda lakukan dengan mempergunakan Google+? Baca ulasan berikut.

Sharing Konten yang Diposting Orang Lain

Mulailah mengenali chief ataupun anggota komunitas. Normalnya tiap orang yang ikut andil didalam komunitas mempunyai caranya tersendiri tuk men-sharing sebuah informasi baru. Informasi yang cocok tuk dikerjakan kala membangun komunitas di Google+ ialah men-sharing konten berguna yang di posting oleh chief atau anggota komunitas lainnya. Hingga penyebaran info yang uptodate hanya berjalan dengan lancar. Tak akan ada anggota komunitas yang terlambat update tentang informasi yang di posting oleh chief komunitas.

Cara melaksanakan share di Google+ pun cukup mudah. Tinggal menentukan siapa saja yang bakal sebagai tujuan share anda, kemudian klik tombol share yang ada di bagian bawah dialog box. Kemudahan men-sharing informasi sekarang ada di genggaman tangan kita.

Fokus Terhadap Prospek yang Ingin Dicapai

Saat anda mulai aktif men-sharing bervariasi konten dan info lewat Google+, maka anda akan mendapatkan bermacam-macam respon dan dapat memahaminya. Ada chief dan anggota komunitas yang memberi respon positif, tetapi ada juga komunitas yang lebih pasif. Dari hal-hal tersebut, anda bisa mulai mengenal chief komunitas mana yang ideal untuk diajak berkolaborasi dan bekerjasama di bidang tersendiri.

Sebagai salah satu contoh, bila anda ingin memfokuskan diri terhadap penggunaan SERP di Google+, maka komunitas yang memberi respon positif kepada pengembangan prospek jelas jadi salah satu komunitas yang ideal untuk diajak bekerja sama. Fokus itu sendiri akan mengarahkan anda kepada suatu kerjasama komunitas yang yahud. Mempunyai visi dan misi yang sama akan membawa pergerakan komunitas berevolusi secara cepat.

Ciptakan Sistem Kolaborasi yang Praktis dan Interaktif

Usai menemukan komunitas yang pas tuk diajak berkolaborasi, anda dapat mulai membentuk sistem kolaborasi yang gampang dan interaktif. Kumpulkan semua anggota dari komunitas yang bakal diajak bekerja sama, contohnya tim copywriting, tim desain dan tim yang menggenggam kendali programming.

Satu dari sekian banyak cara efektif yang dapat dijalankan tuk membentuk suatu sistem kolaborasi yang tepat ialah dengan memulai kampanye di Google Plus. Disamping itu, anda juga bisa mengajak rekan-rekan anda tuk melakukan pelatihan dengan gratis.

Hal itu akan memberi pengaruh yang baik untuk perkembangan dan kemajuan kolaborasi. Selain itu, jangan lupa tuk ikut serta didalam pengujian baru yang dilaksanakan oleh rekan-rekan anda, seperti pengujian versi beta tuk sebuah proyek baru.

Mengatur Pembagian Konten Dengan Seksama

Mencermati aturan pembagian konten pun harus dilaksanakan secara seksama agar tidak ada miss-communication antara anggota didalam komunitas. Komunitas yang berkolaborasi wajib mampu mengelola sistem dokumentasi konten supaya arsip-arsip konten dapat disimpan dengan rapih.

Kemudahan mengakses dokumentasi konten bakal mempermudah komunitas didalam menjalankan proses evaluasi. So!, perhatikan tim khusus tuk melakukan dokumentasi dan pendataan aktivitas dengan rapih dan terperinci.