Saat ini web sosial media merupakan sebuah media penting dan cocok sebagai media promosi usaha. Ada banyak sosial media yang terkenal di dunia maya, mulai dari Facebook, Google+, Instagram, LinkedIn, YouTube, dan yang lainnya. Seperti anda ketahui jika sosial media LinkedIn ialah sosial media yang dikhususkan tuk para penggiat usaha dan para professional. Web sosial media LinkedIn ialah sosial media yang sungguh berorientasi terhadap bisnis, terutama dipergunakan tuk membangun professional networking. Jadi, bila Anda mempunyai akun LinkedIn, ada baiknya hindari sebagian hal berikut ketika memakai sosial media LinkedIn sebab jika Anda melakukannya, maka amat berpengaruh terhadap nama baik Anda dan usaha Anda. Berikut dijabarkan tentang hal yang musti kalian hindari.

Menggunakan Nama dan Foto Tak Professional

Jangan pernah sesekali melakukan ini. Kenapa? Karena kala orang lain melihat akun Anda, tentu akan melihat nama dan foto Anda. Jika dari kedua hal itu saja Anda sudah tak terlihat professional, terlebih lagi isi profilnya. Begitulah orang lain bakal menilai akun LinkedIn Kalian.

Sosial Media LinkedIn tak seperti sosial media lainnya yang dominan bebas tuk memakai sembarang foto. Sebetulnya tak ada larangan dari LinkedIn mengenai nama dan foto. Tapi, anda harus pahami bahwa LinkedIn dibuat dan beroperasi hingga sekarang diperuntukan tuk bisnis, dimana sikap professional tersebut adalah masalah yang wajib.

Sebaiknya pakai nama asli Anda, dan memakai foto Anda yang terkesan rapih. Bila mempunyai akun halaman tuk perusahaan ataupun usaha Anda di LinkedIn, maka pakai nama perusahaan dengan benar dan pajang foto logo perusahaan.

Mengabaikan Isi Profil Anda

Usai orang lain melihat foto dan nama Anda, dan sudah terkesan professional di mata mereka, karenanya mereka akan terasa tertarik tuk menjelajahi lebih lanjut siapakah Anda. Yakni dengan melihat isi profil. Hindari mengisi profil dengan asal, terlebih lagi tak diisi sama sekali sebab hal itu bukan profil Anda di sosial media lain yang dapat disembunyikan dan orang tertentu saja yang dapat melihatnya, atau supaya identitas Anda dirahasiakan.

Isi profil LinkedIn secara data Anda yang sebetulnya, nomor telepon yang bisa dihubungi, website resmi, lokasi Anda yang benar, dan lainnya. Begitu pun dengan akun perusahaan ataupun bisnis Anda. Dengan begitu, orang bakal mendapatkan informasi yang tepat dan jelas.

Update Status yang Tidak Penting

Jangan update status yang tidaklah penting yang barangkali sering Anda kerjakan di sosial media yang lain. Hindari sharing status yang sifatnya pribadi, politik, keagamaan, dan budaya. Sebab di sosial media LinkedIn tak membahas hal itu. Mereka mengupas soal bisnis dan membuat jaringan bisnis yang makin besar.

Maka berbagilah relevant dengan themes sosial media ini. Seperti Anda sharing mengenai kegiatan bakti sosial perusahaan Anda di LinkedIn. Yang penting ialah berbagi hal-hal seperlunya, dan pantas yang berhubungan dengan bisnis, jaringan, dan sikap profesional.

Menjadi Orang yang Narsis

Pernahkah Anda ada di suatu acara yang dihadiri oleh tidak sedikit orang, dan Anda menemui seseorang yang tak bisa terhenti bicara mengenai dirinya sendiri terhadap orang lain? Banyak orang di LinkedIn yang mempromosikan dirinya sendiri dengan berlebihan dan begitu sepanjang hari. Jangan bersikap narsis seperti itu sebab dapat menjadikan orang lain terasa jengkel.

Disarankan Anda sharing hal-hal yang sifatnya positif dan ori. Sharing seperlunya, contohnya sharing tentang aktivitas baru di perusahaan, hingga jika orang lain melihatnya dapat tertarik dan bisa saja jadi partner Anda di kemudian hari. Sifat narsis di sosial media menunjukkan tanda jika anda tak professional dan hal itu dapat berdampak buruk untuk jaringan yang dibangun.

Mengabaikan Akun LinkedIn Anda

LinkedIn tak hanya tuk mencari pekerja, maupun sebagai web promosi perusahaan. LinkedIn pun ialah jaringan yang tidak terbatas antara pengguna, dimana anda dapat jadi yang terkenal dan terdepan didalam jaringan tadi.

Cobalah tuk menjadikan sebuah quote atau gambar tiap pekan yang mempunyai nilai-nilai kepribadian dan profesionalitas kerja. Monitoring juga LinkedIn Pulse sebab disana berisi tidak sedikit sumber daya tuk menolong Anda mendirikan keahlian di bidang marketing, affiliate marketing, dan menemukan pelanggan secara online. Masanya tuk mulai memperlakukan LinkedIn seperti layaknya platform yang amat kuat. Profil Anda musti terlihat profesional, dan terkesan seperti ahli.