Twitter menluncurkan sebuah fitur layanan baru. Namun kabar ini membuat pihak pengelola linimasa raksasa ini menjadi risau, jelas saja seperti itu karena pengguna dari Twitter pun tidak menggalami kenaikan pengguna dari tahun 2015.

Posisi angka pengguna Twitter terhadap kuartal ketiga tahun 2015 tersebut tercatat sama pasif di angka 320 juta pengguna. Justru, jika tanpa disertai pengguna yang memakai Twitter melalui pesan teks yang kerap dijuluki sebagai SMS Fast Followers, sebenarnya pengguna Twitter betul-betul mendapati penurunan. Dikabarkan dari website TechCrunch, pengguna Twitter di kuartal keempat di tahun 2015 tidak melibatkan pengguna lewat pesan teks Twitter mendapati penurunan pengguna dari 307 juta jadi 305 juta pengguna.

Penjelasan Dari CFO Twitter Indonesia Anthony Noto

Di kawasan Amerika Serikat pribadi yang notabene adalah negara asal linimasa Twitter, mengalami penurunan juga, catatan yang ada mencapai 1 juta pengguna. Dari 66 juta pengguna jadi 65 juta pengguna, cukup besar penurunan dari penggunanya. Terkait pengguna SMS Fast Followers, normalnya yang sangat banyak datang dari negara-negara berkembang diantaranya Brazil dan India.

Dengan kenyataan bahwa ada stagnasi terhadap pengguna aktif bulanan Twitter, CFO Twitter Anthony Noto lalu memberi sekilas penjelasan seputar apa yang berlangsung. Ia mengungkapkan bahwa betul pengguna aktif bulanan Twitter tak menghadapi pertumbuhan, tetapi ia mengatakan bahwa pengguna aktif bulanan yang keluar dari Twitter tak cuma pengguna yang mengantongi kualitas tinggi.

Masih menurut Anthony, bisa jadi mereka yang cuma mengunjungi Twitter sebulan sekali tak melihat tersedianya banyak iklan ataupun mereka tak mempunyai pengaruh yang besar bagi Twitter. Walau demikian, Anthony masih mengaku bahwa di kuartal keempat di tahun 2015 merupakan pencapaian buruk dalam sejarah Twitter. Disamping pengguna yang pasif, Twitter pun mengalami kemerosotan pendapatan di kuartal keempat tahun 2015. Hingga mencapai US$90 juta dari kuartal yang lalu.

Fitur Baru Untuk Menggenjot Pengguna Twitter

Melihat pertumbuhan pengguna Twitter yang tak mengalami kemajuan, langkah pembaharuan dan penambahan beberapa fitur pun lekas diambil oleh Twitter. Fitur baru yang disajikan Twitter kini ialah mengenalkan fungsi baru di home timeline. Fitur ini bakal menjadikan para pengguna Twitter selalu bisa menyimak berita terkini dari sejumlah orang yang mereka follow.

“Banyak dari kita following ribuan akun. Dan saat log in ke Twitter, pengguna barangkali akan melewatkan beragam kicauan penting dari akun-akun yang difollow,” informasi dari Senior Engineering Manager Mike Jahr dilansir dari blog sah Twitter.

Cara Mengaktifkan Fitur Baru

Untuk mampu menikmati fitur baru tersebut, pengguna musti mengaktifkan terlebih dahulu di bagian setting. Saat kemungkingan besar pengguna sibuk dengan hal yang lain dan keluar dari Twitter, maka dengan fitur itu saat pengguna kembali on, tweet yang menurut pengguna penting dapat dengan otomatis ada di bagian atas timeline. Sementara, tweet-tweet lain di timeline bakal ditampilkan seketika setelahnya didalam urutan kronologis terbalik seperti biasanya. Tuk pengguna yang pingin melihat tweet-tweet up to date lainnya, pengguna hanya perlu melakukan refresh terhadap timeline.

Untuk pengguna yang barangkali tak memerlukan fitur itu bisa selalu memilih fitur timeline klasik Twitter yang mengurutkan secara kronologi. Fitur itu dibuat Twitter dengan bentuk opsional untuk para pengguna. Sedangkan untuk yang ingin memperoleh fitur baru ini, pengguna dapat mengaktifkannya dengan setting akun, dan pilih Akun – Konten – Timeline – Tampilkan Tweet terbaik.

Dunia digital sekarang makin mendapati kemajuan yang sangat besar. Dengan terdapatnya kemajuan yang sangat cepat ini jelas saja memunculkan persaingan yang sangat sengit pula diantara tiap-tiap media sosial yang ada tuk meraih simpati dari pengguna. Hal yang sangat cocok tuk dilakukan menjadi cara buat meningkatkan jumlah pengguna pasti saja ialah dengan pembaruan fitur yang ada di dalamnya. Di Indonesia pun terdapat paling tidak tiga media sosial besar yang mengantongi pengguna paling banyak, yakni, Facebook, Twitter dan Instagram.

Instagram yang dapat dikatakan tengah kalah dengan pendahulunya tentu saja Facebook dan Twitter, makin melakukan update terhadap sejumlah fitur yang ada. Hal ini perlu dilaksanakan supaya dapat selalu bersaing dengan media sosial yang lainnya. Karena bagaimana pun juga sebuah teknologi pasti akan mendapati kemajuan setiap saat, dan bila tak mampu menyesuaikan diri akan tenggelam oleh dunia digital.

Update Algoritma Instagram

Update paling baru dari media sosial berbasis foto itu ialah perubahan terhadap deskripsi waktu didalam setiap posting pada timeline Instagram. Kala ini, Instagram menyiapkan deskripsi tanggal kapan foto tersebut diupload.

Tadinya tuk foto lama di Instagram untuk deskripsi waktu sekedar dimunculkan dalam kalkulasi beberapa pekan saja. Saat nanti foto yang ada di timeline pengguna Instagram tak ditampilkan secara berurut pas dengan waktu kapan mereka mengunggahnya, maka tersedianya keterangan tanggal dapat dijadikan menjadi pemberi informasi usia foto yang telah dilihat oleh pengguna.

Selain pembaruan itu, rupanya Instagram pun tengah melakukan kemajuan kepada fitur baru yang lain. Lewat blog resminya, Instagram memberitahu bahwa pihaknya tengah mengerjakan riset dan uji coba tuk memampang foto dan profil orang terdekat yang kerap dikunjungi. Jika anda perhatikan, hal ini mirip dengan apa yang ada di Facebook.

Jadi menggunakan fitur ini bisa jadi pengguna dapat diarahkan tuk berinteraksi dengan pengguna lain yang barangkali ia ketahui tetapi belum pernah mengadakan interaksi. Co-Founder and CEO Instagram Kevin Systrom memberi penjelasan jika selama ini pengguna seringkali melewatkan 70% postingan di media sosial mereka.

Dengan pengupdatetan terhadap algoritma Instagram diharapkan pengguna dapat melihat konten-konten yang sungguh sesuai dengan hasrat mereka. Instagram pun meyakinkan jika dengan fitur algoritma baru ini 30% konten pada media sosial akan cocok dengan minat dari setiap pengguna.

Fitur Baru Masih Dalam Tahap Uji Coba Secara Acak

Fitur baru terhadap algoritma Instagram ini menghandalkan teknologi machine-learning tuk pembagian konten yang sangat diminati oleh pengguna. Algoritma baru yang terdapat di Instagram merupakan semacam belajar tentang perilaku dari tiap penggunanya. Perilaku yang dipelajari dapat berbasis pada aktivitas dengan orang terdekat, atau bisa dengan meneliti profil-profil yang kerap dikunjungi oleh pengguna. Sebab tiap pengguna mempunyai pola kebiasaan tersendiri yang tidak sama hingga relevansi dari konten Instagram amat dibutuhkan.

Percobaan terhadap fitur algoritma Instagram modern ini dikerjakan lantaran terjadi pelonjakan popularitas dari Instagram sendiri. Dampaknya, Instagram dibanjiri ribuan konten tiap harinya. Tuk saat ini, Instagram mengatakan sudah memiliki lebih dari 400 juta pengguna aktif di seluruh dunia, dan 75% dari jumlah itu ada di luar Amerika. Teknologi algoritma modern Instagram ini tengah dalam tahap uji coba, hingga masih akan dites di beberapa akun dengan acak. Dari hasil uji coba itulah kemudian akan diprediksikan apa akan digunakan Instagram atau tidak.

Twitter Pun Ikut “Lihat” Kebiasaan Penggunanya

Sebetulnya, algoritma yang belajar tentang perilaku dan kebiasaan pengguna itu tak hanya dikerjakan oleh Instagram. Media sosial lain semacam Twitter sebagian waktu yang lalu pun menerapkan algoritma baru. Algoritma itu memutuskan tweet terbaik dari orang-orang yang difollow oleh pengguna. Tetapi tidak sama dengan Instagram, pengguna Twitter memiliki pilihan tuk menyajikan tweet terbaik itu di timeline nya atau tidak. Sedangkan untuk Instagram sejauh ini tidak berbagi informasi tentang rencana seperti itu.